Kamis, 30 Desember 2010

Evita Peron


Pemimpin Wanita Yang Glamour Tapi Populis





Argentina tampaknya ditakdirkan memiliki banyak pemimpin cantik, glamour tapi populis.. Jauh sebelum muncul nama  Cristina Fernandez de Kirchner, telah ada lebih dulu Evita Peron. Ia seorang bintang panggung yang selalu berpenampilan glamour dan  istri Presiden Argentina pada tahun 40-50-an, Juan Peron.


Ketika suaminya tengah berjuang untuk mendapatkan kekuasaan sebagai Presiden, Evita ikut aktif berkampanye. Ia keliling ke seluruh negeri untuk mengkampanyekan pencalonan suaminya. Ia juga memanfaatkan posisinya sebagai bintang radio untuk kampanye melalui siaran udara.

Sebagai first lady, Evita Peron, aktif menggalang dukungan bagi  kelangsungan pemerintahan suaminya. Di luar pemerintahan, Evita  aktif melibatkan diri dalam pembangunan rumah, membagikan makanan, memberikan pengobatan, dan pendidikan gratis bagi kalangan  miskin.

Upaya yang dilakukan Evita sesuai dengan arah kebijakan pemerintahan suaminya yang sangat pro buruh dan kalangan tak berbaju (miskin). Pemerintahan tak segan-segan melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan asing dan membagi-bagi tanah milik arsitokrat kepada rakyatnya.

Karena tindakan-tindakan  populisnya Evita Peron sangat populer di kalangan rakyat. Mereka selalu mengelu-elukan kedatangan Evita. Dan berkat kepopulerannya itu pula, Evita akhirnya juga didaulat sebagai Ketua partai peronis yang kemudian menjadi penopang utama kekuasaan suaminya. Sebetulnya ia juga didaulat menjadi Wakil Presiden, tapi ia memilih menolaknya..

Kalau terhadap kelompok miskin dan buruh suami istri itu begitu ramah, berbeda halnya terhadap kelompok industrialis dan aristokrasi (para tuan tanah). Kebijakan-kebijakan pemerintahan Peron seringkali merugikan mereka. Tak heran kalau mereka sangat memusuhi pemerintahan Peron. Tapi Peron tetap dapat bertahan dari rongrongan mereka berkat dukungan buruh dan rakyat yang dikoordinir istrinya..
.
Sayangnya Evita harus meninggal dunia dalam usia muda (33 tahun) karena penyakit kanker. Sepeninggal  Evita terbukti Juan Peron tak berkutik melawan serangan kalangan arsitokrasi dan industrialis yang berhasil menggandeng militer,

Juan Peron kesulitan mengkonsolidasikan dukungan di kalangan kaum buruh dan miskin. Akhirnya beberapa saat setelah istrinya meninggal, pada masa jabatannya yang kedua, ia digulingkan oleh militer dan harus hidup di pengasingan.

Evita yang bernama asli María Eva Ibarguren dilahirkan pada 7 Mei 1919 dekat kota terpencil Los Toldos, Argentina, sekitar 150 mil sebelah barat ibukota negara, Buenos Aires. Ia adalah anak terakhir dari lima saudara hasil hubungan di luar nikah Juana Ibarguren dengan Juan Duarte.

 Ayahnya, Juan Duarte, adalah seorang petani yang cukup berhasil dan memiliki ranch. Dia memulai bertani di Los Toldos pada awal abad 20 dengan menyewa tanah pertanian La Unión dengan tujuan untuk membuat usaha pertanian yang bisa mendatangkan kemakmuran.
Dia memiliki posisi yang terhormat di kalangan para konservatif di wilayah itu. Dia juga menjadi patron dari seorang estancia (tuan tanah), dan pemimpin dalam perjuangan kekuasaan saat itu.
Juan Duarte diangkat sebagai Deputi Keadilan dan Perdamaian pada 1908.

Namun Evita hanya sekitar 1 tahun saja bisa menikmati kehidupan kalangan berada. Ayahnya kemudian menelantarkan ibu Evita beserta anak-anaknya. Meski demikian Eva dikenal sebagai anak yang sangat peduli dengan kaum miskin di sekitar rumahnya. Ia sering memberikan makanan dan minuman dan menghibur orang-orang miskin dengan menyanyi, menari, dan pertunjukan sirkus.

Nasib Evita dan keluarganya berubah ketika dia memutuskan menjadi bintang sandiwara radio. Dari sini namanya melejit dan dikenal publik Argentina. Selanjutnya ia pun terjun ke dunia film. Selain itu ia sering melakukan kegiatan amal, yang mempertemukannya dengan Juan Peron, yang kemudian menjadi presiden dan suaminya.

Meskipun, raganya sudah mati, namun jiwa Evita tetap hidup sebagai seorang pahlawan dan legenda yang selalu dikenang rakyat Argentina. Partai yang pernah dipimpinnya, Partai Peronis sampai sekarang tetap menjadi ikon perjuangan buruh dan rakyat miskin Argentina

Tidak ada komentar:

Recent Post

Artikel Paling Banyak Dibaca Sepanjang Waktu